Tuhan maaf kalau lagi lagi aku mengeluh.
Aku saat ini sedang berada di titik lelah.
Aku hanya ingin bebas dari semua perasaan yang tak kunjung jelas arahnya ini.
Aku lelah terus merasa bersalah atas semua yang telah aku lakukan.
Aku penat dengan semua perasaan yang meracau di hatiku, yang aku rasa ini hanya masalah dengan diriku sendiri saja.
Tak ada lawan, hanya diriku.
Aku hanya mau tenang dan membiarkan semuanya mengalir begitu saja sesuai kehendak-Mu.
Tanpa aku harus menghawatirkan tiap detiknya.
Menikmati tiap rasa dari Anugerah-Mu.
Memang aku yang bodoh, dan memang aku yang salah.
Tapi aku mau berhenti menyalahkan diriku sendiri.
Aku tahu aku salah, tapi sudahlah.
Semuanya belum tentu dapat membalikkan keadaan seperti dulu lagi.
Dia pergi dan aku tidak dapat mencegahnya.
Lalu apa...
Lagi lagi aku menyerahkan segalanya pada-Mu, Sang Maha pembolak-balik hati.
Selasa, 08 Juli 2014
Senin, 23 Juni 2014
Maaf, tapi sungguh...
Menyesal...
Aku sedikit enggan untuk mengatakan hal ini.
Tapi memang kata itu yang paling menggambarkan keadaaan ku sekarang.
Maaf kalau aku terlalu memaksakan kehendakku.
Maaf kalau aku terlalu cepat untuk mengungkapkan apa yang aku rasa.
Maaf juga kalau semuanya membuat kamu tidak nyaman.
Saat itu aku hanya ingin mendapatkan kejelasan.
Aku hanya tidak ingin melewati batas rasa.
Aku hanya tidak ingin menganggap lebih atas apa yang belakangan ini terjadi.
Aku hanya ingin tenang, tanpa beban apapun yang mengganggu fikiranku.
Saat itu.
Terlalu cepat.
Salahku yang terlalu tidak sabar.
Meminta kamu menjauh, padahal aku nyaman ketika kamu dekat.
Aku pergi mungkin disaat yang tidak tepat.
Mungkin ketika kamu sedang butuh-butuhnya.
Sudah tak aneh jika penyesalan datang terlambat.
Tapi aku ingin kita kembali seperti dahulu.
Saling peduli, bercerita dan mendengarkan.
Aku sudah tak peduli lagi dengan asa ku.
Aku hanya ingin kamu disini, dengan segudang ceritamu yang siap aku dengarkan.
Aku tak peduli lagi dengan tuntutan "keegoisanku" yang dulu aku harapkan.
Maaf....
Tapi sungguh...
Aku rindu.
Kamis, 19 Juni 2014
Untitled
Rasanya seperti lari sambil menahan perih.
Sakit..
Harusnya aku sembuhkan dulu lukanya, baru berlari.
Tapi aku tau untuk menyembuhkannya butuh waktu lama.
Terlebih aku disini, sendirian.
Mereka terus berlari.
Tapi aku hanya bisa melihat.
Ya, terkadang aku hanya ingin jadi penonton saja.
Sibuk berkutat dengan kesibukanku.
Bukan karena tidak mau menjadi pemain seperti mereka.
Tapi, aku sedang menunggu.
Hemm.. lagi lagi menunggu.
Aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku inginkan.
Dan semoga saja aku butuhkan juga.
Kadang otak dan hatiku bertabrakan.
Logika yang terus berkata tidak, bertabrakan dengan rasa yang terus melaju.
Berlari sambil menahan perih.
Entah, sampai saat ini aku belum menemukan kunci jawabannya.
Walau sudah aku tegaskan.
Tapi keyakinan itu masih ada, terpampang jelas.
Aku masih yakin....
Tapi aku tak punya alasan untuk bertahan...
Lalu ketika aku sudah bisa berlari dengan bebas...
Akankah aku kembali lagi, ketempat itu.
Dengan keyakinan yang sama, tapi keadaan yang berbalik.
Ditunggu, bukan lagi menunggu.
Menjadi pemain yang ditonton.
Semoga saja... Kamu.
Sakit..
Harusnya aku sembuhkan dulu lukanya, baru berlari.
Tapi aku tau untuk menyembuhkannya butuh waktu lama.
Terlebih aku disini, sendirian.
Mereka terus berlari.
Tapi aku hanya bisa melihat.
Ya, terkadang aku hanya ingin jadi penonton saja.
Sibuk berkutat dengan kesibukanku.
Bukan karena tidak mau menjadi pemain seperti mereka.
Tapi, aku sedang menunggu.
Hemm.. lagi lagi menunggu.
Aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku inginkan.
Dan semoga saja aku butuhkan juga.
Kadang otak dan hatiku bertabrakan.
Logika yang terus berkata tidak, bertabrakan dengan rasa yang terus melaju.
Berlari sambil menahan perih.
Entah, sampai saat ini aku belum menemukan kunci jawabannya.
Walau sudah aku tegaskan.
Tapi keyakinan itu masih ada, terpampang jelas.
Aku masih yakin....
Tapi aku tak punya alasan untuk bertahan...
Lalu ketika aku sudah bisa berlari dengan bebas...
Akankah aku kembali lagi, ketempat itu.
Dengan keyakinan yang sama, tapi keadaan yang berbalik.
Ditunggu, bukan lagi menunggu.
Menjadi pemain yang ditonton.
Semoga saja... Kamu.
Minggu, 01 Juni 2014
Selamat Pagi!
Selamat pagi!
Sederhana namun mampu memberi semangat.
Selamat pagi!
Dapat membuat sebuah simpul senyuman ketika membacanya.
Selamat pagi!
Dua kata namun dapat mengubah perasaan hingga 24 jam ke depan.
Selamat pagi!
Bisa menunjukkan sebuah perhatian.
Se-simple itu kata selamat pagi, namun bisa begitu berarti bagi beberapa orang. Termasuk aku. Entah mengapa kata itu begitu menyenangkan, ketika kamu yang mengucapkannya. Kata yang selalu aku tunggu ketika membuka telepon genggamku. Walaupun tak pernah terdengar langsung, tapi dapat mengalirkan semangat positif di setiap pagiku.
Selamat pagi!Untuk kamu yang sekarang tak pernah mengucapkan Selamat Pagi lagi.
Minggu, 02 Maret 2014
Curhat Buat Sahabat (Rectoverso)
"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."
Sahabatku, usai tawa iniIzinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendakiSesak udara di atas puncak khayalanJangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuhPedihnya luka di dasar jurang kecewaDan kini sampailah, aku di sini...
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitYang sudi dekat, mendekap tangankuMencari teduhnya dalam matakuDan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..."Dan demi Tuhan, hanya itulah yangItu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,Tetapi...
Telah lama, kumenantiSatu malam sunyi untuk kuakhiriDan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitMenentang malam, tanpa bimbang lagiDemi satu dewi yang lelah bermimpiDan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
Sahabatku, usai tawa iniIzinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendakiSesak udara di atas puncak khayalanJangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuhPedihnya luka di dasar jurang kecewaDan kini sampailah, aku di sini...
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitYang sudi dekat, mendekap tangankuMencari teduhnya dalam matakuDan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..."Dan demi Tuhan, hanya itulah yangItu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,Tetapi...
Telah lama, kumenantiSatu malam sunyi untuk kuakhiriDan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatkuMenanti seorang yang biasa sajaSegelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakitMenentang malam, tanpa bimbang lagiDemi satu dewi yang lelah bermimpiDan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
Rabu, 10 Juli 2013
Dear Friends
dear my friend, you’re the joy in my life,
your smile has brighten up my day,
dear my friend, you got me through the lonely times,
you’re lighten up my way
won’t you hear me say, i’ll be right away,
when you need me all the way,
you are not alone, i am herefor you,
and all you’ve got…
baby tell me when you miss me,
call me when you’re lonely,
hey there don’t you worry,
no matter how far baby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you.
Dear my friend, you’re the one and only way,
the one that i turn to,
dear my friend, you give ahand and washed away,
the pain that i’ve been through
won’t you here me say, i’ll be right away,
when you need me all the way,
you are not alone, i am here for you,
and all you’ve got to do,
when the world is getting colder
when you get through those though times
now i know we’re getting stronger
cause the love we had we have
faith to believed in a trust to hold on
a love in unconditional way
hey there don’t you worry,
no matter how far,
beby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you…
A song from "Hivi! - Dear Friend"
your smile has brighten up my day,
dear my friend, you got me through the lonely times,
you’re lighten up my way
won’t you hear me say, i’ll be right away,
when you need me all the way,
you are not alone, i am herefor you,
and all you’ve got…
baby tell me when you miss me,
call me when you’re lonely,
hey there don’t you worry,
no matter how far baby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you.
Dear my friend, you’re the one and only way,
the one that i turn to,
dear my friend, you give ahand and washed away,
the pain that i’ve been through
won’t you here me say, i’ll be right away,
when you need me all the way,
you are not alone, i am here for you,
and all you’ve got to do,
when the world is getting colder
when you get through those though times
now i know we’re getting stronger
cause the love we had we have
faith to believed in a trust to hold on
a love in unconditional way
hey there don’t you worry,
no matter how far,
beby i’ll be there.. yeah..
i’ll be there for you…
A song from "Hivi! - Dear Friend"
Senin, 08 Juli 2013
Remember, purpose of your life.
Cuma mau ngepost untuk pengingat aja. Pengingat kalo suatu saat ketika gua lagi down atau putus asa dan gua baca postingan ini gua HARUS SEMANGAT LAGI, BANGKIT LAGI, DAN INGET APA TUJUAN HIDUP GUA!!!!!
---------------------------------
Iya, tujuan hidup gua sekarang cuma pengen ngebahagiain mama sama bapak. Tapi dari dulu tujuan gua emang itu sih ga pernah berubah. Dari dulu gua sekolah, belajar, sampe alhamdulillah gua dapet beberapa prestasi cuma buat pengen bikin mereka bahagia, ga ada yang lain.
Apalagi setelah sekarang gua lulus SMK dan dalam tahap menunggu masuk kuliah dan dapet kerja, gua tambah harus berjuang buat bahagiain mereka. Iya, udah saatnya gua bales semua jasa mereka. Walaupun gua tau sebesar apapun hal yang bisa gua kasih buat mereka ga bakal bisa bales jasa mereka selama ini. Karena gua tau jasa mereka luar biasa. Gua harus bisa bahagiain mereka, whatever happen.
----------------------------------
Inget kata-kata itu ser! Inget ketika lu jatuh jangan terus diem! Masih ada Allah yang bakal bantuin lu buat berdiri. Ga ada yang mesti lu takutin selama Allah masih ada di sisi lu. Inget lagi apa tujuan hidup lu, ser! Bahagiain mereka.
---------------------------------
Iya, tujuan hidup gua sekarang cuma pengen ngebahagiain mama sama bapak. Tapi dari dulu tujuan gua emang itu sih ga pernah berubah. Dari dulu gua sekolah, belajar, sampe alhamdulillah gua dapet beberapa prestasi cuma buat pengen bikin mereka bahagia, ga ada yang lain.
Apalagi setelah sekarang gua lulus SMK dan dalam tahap menunggu masuk kuliah dan dapet kerja, gua tambah harus berjuang buat bahagiain mereka. Iya, udah saatnya gua bales semua jasa mereka. Walaupun gua tau sebesar apapun hal yang bisa gua kasih buat mereka ga bakal bisa bales jasa mereka selama ini. Karena gua tau jasa mereka luar biasa. Gua harus bisa bahagiain mereka, whatever happen.
----------------------------------
Inget kata-kata itu ser! Inget ketika lu jatuh jangan terus diem! Masih ada Allah yang bakal bantuin lu buat berdiri. Ga ada yang mesti lu takutin selama Allah masih ada di sisi lu. Inget lagi apa tujuan hidup lu, ser! Bahagiain mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)