"DO THE BEST AND ALSO YOU GET THE BEST"

Senin, 23 Juni 2014

Maaf, tapi sungguh...

Menyesal...
Aku sedikit enggan untuk mengatakan hal ini.
Tapi memang kata itu yang paling menggambarkan keadaaan ku sekarang.
Maaf kalau aku terlalu memaksakan kehendakku.
Maaf kalau aku terlalu cepat untuk mengungkapkan apa yang aku rasa.
Maaf juga kalau semuanya membuat kamu tidak nyaman.

Saat itu aku hanya ingin mendapatkan kejelasan.
Aku hanya tidak ingin melewati batas rasa.
Aku hanya tidak ingin menganggap lebih atas apa yang belakangan ini terjadi.
Aku hanya ingin tenang, tanpa beban apapun yang mengganggu fikiranku.
Saat itu.

Terlalu cepat.
Salahku yang terlalu tidak sabar.
Meminta kamu menjauh, padahal aku nyaman ketika kamu dekat.
Aku pergi mungkin disaat yang tidak tepat.
Mungkin ketika kamu sedang butuh-butuhnya.

Sudah tak aneh jika penyesalan datang terlambat.
Tapi aku ingin kita kembali seperti dahulu.
Saling peduli, bercerita dan mendengarkan.

Aku sudah tak peduli lagi dengan asa ku.
Aku hanya ingin kamu disini, dengan segudang ceritamu yang siap aku dengarkan.
Aku tak peduli lagi dengan tuntutan "keegoisanku" yang dulu aku harapkan.


Maaf....
Tapi sungguh... 
Aku rindu.

Kamis, 19 Juni 2014

Untitled

Rasanya seperti lari sambil menahan perih.
Sakit..
Harusnya aku sembuhkan dulu lukanya, baru berlari.
Tapi aku tau untuk menyembuhkannya butuh waktu lama.
Terlebih aku disini, sendirian.

Mereka terus berlari.
Tapi aku hanya bisa melihat.
Ya, terkadang aku hanya ingin jadi penonton saja.
Sibuk berkutat dengan kesibukanku.
Bukan karena tidak mau menjadi pemain seperti mereka.
Tapi, aku sedang menunggu.
Hemm.. lagi lagi menunggu.
Aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku inginkan.
Dan semoga saja aku butuhkan juga.

Kadang otak dan hatiku bertabrakan.
Logika yang terus berkata tidak, bertabrakan dengan rasa yang terus melaju.
Berlari sambil menahan perih.

Entah, sampai saat ini aku belum menemukan kunci jawabannya.
Walau sudah aku tegaskan.
Tapi keyakinan itu masih ada, terpampang jelas.
Aku masih yakin....
Tapi aku tak punya alasan untuk bertahan...

Lalu ketika aku sudah bisa berlari dengan bebas...
Akankah aku kembali lagi, ketempat itu.
Dengan keyakinan yang sama, tapi keadaan yang berbalik.
Ditunggu, bukan lagi menunggu.
Menjadi pemain yang ditonton.
Semoga saja... Kamu.

Minggu, 01 Juni 2014

Selamat Pagi!

Selamat pagi!
Sederhana namun mampu memberi semangat.
Selamat pagi!
Dapat membuat sebuah simpul senyuman ketika membacanya.
Selamat pagi!
Dua kata namun dapat mengubah perasaan hingga 24 jam ke depan.
Selamat pagi!
Bisa menunjukkan sebuah perhatian.
Se-simple itu kata selamat pagi, namun bisa begitu berarti bagi beberapa orang. Termasuk aku. Entah mengapa kata itu begitu menyenangkan, ketika kamu yang mengucapkannya. Kata yang selalu aku tunggu ketika membuka telepon genggamku. Walaupun tak pernah terdengar langsung, tapi dapat mengalirkan semangat positif di setiap pagiku. 
Selamat pagi!
Untuk kamu yang sekarang tak pernah mengucapkan Selamat Pagi lagi.