"DO THE BEST AND ALSO YOU GET THE BEST"

Senin, 19 Desember 2011

BODOOOOH !!!

Maret 2011, awal gua liat lu di suatu event sekolah. Okee... ini emang lebay, dada gua tiba2 sesek pas liat lu. Itu gara2 lu miri sama cowo idola gue. Setelah kejadian itu setiap ketemu lu gua biasa aja ga ngerasain apa2. Sampe sebulan kemudian gua ternyata suka sama lu. Sekali lagi GUE SUKA SAMA LO !!! (sengaja gua ulang biar lebih dramatis). Gua suka gaya lu, senyum lu, semua tentang lu ^_^.
***
Yep, memang cuma temen2 deket gua aja yg tau kalau gua suka sama lu. Tapi salah seorang temen gua yg sekelas sama lu ngasih tau perasaan gua ke elu. Dan yg sempet bikin gua seneng, lu tau gua suka sama lu, terus lu penasaran, dan lu nyari2 gua pake cara curi curi pandang sama gua #ceilaaaah haha. Sumpah rasanya gua kaya dibawa terbang naik paus akrobatis menuju rasi bintang paliiiiiiiiiiiiiiing manis #korbaniklan.
***
Oke... setelah kejadian itu ternyatagua makin suka sama lu. Tapi yg bikin gua galau... kenapa lu ga ngedeketin gue HAH? sms gue kek? ngajak kenalan kek? nyapa kek? senyum kek?
Yep, emang sih kesannnya gua ngarep banget (tapi sebenernya emang ngarep hehe). Mungkin orang2 pada nanya, kenapa ga gua duluan yg ngedeketin? yuhuuuu... gua masih ngejunjung tinggi harga diri perempuan brooooh... lagian kalo gua ngedeketin dia eh dianya malah ngejauh gimanaaa? mau ditaro diman muka guaaa?!!!
Jadi, gua lebih milih diem aja dan nungguin saat2 dimana gua bisa deket sama lu/. Dan itu gua lakuin sampe 8 bulan *diitung sampe gua nulis blog ini* . DELAPAN BULAN !!!! (sengaja gua ulang biar lebih tegang)

And you know what? selama 8 bulan itu, saat2 yg gua tunggu belom juga dateng. Yep, gua emang BEGO nungguin lu selama itu tanpa ada usaha buat deketin lu. BODOH BANGET!!!


SELAMA INI GUA MIKIRIN LU YG GA PERNAH NGERESPON GUA.
SELAMA INI GUA TIAP HARI NYARIIIN LU TAPI LU GA PERNAH PEDULIIN GUA.
SELAMA INI GUA NGANGENIN RLU TAPI LU GA PERNAH TAU.
SELAMA INI STATUS DAN TWEET GUA BUAT LU SEMUA TAPI GAADA 1 PUN STATUS LU BUAT GUA.
SELAMA INI GUA SUKA SAMA LU TAPI LU MALAH NGEJAR CEWE LAEN!!!
***
Lu ngejar2 cewe yg maenin perasaan lu. Yg nyia-nyiain rasa sayang lu. Paraaaahh.... lu masih aja suka sama tuh cewe tanpa pernah liat sekeliling lu. Hey! disini ada gua yg suka sama lu, yg tetep setia nungguin elu sampe beberapa waktu ke depan. Disini ada gua yg masih ngarepin sapet respon dari elu.
***
Yep, terlepas dari semua itu...
gua ngerasa kalo gua itu bodoh! bodoh karena gua masih nungguin lu yg ga pernah ngerespon gua. Tapi gua bingung gua harus tetep maju buat dapetin hati lu atau gua mesti mundur dan menyerah...

Selasa, 11 Oktober 2011

SEENEK-ENEKNYA SUKA SAMA ORANG YANG PALING ENEK ITU KALO GA DIRESPON !!!!!!!

Senin, 06 Juni 2011

TAK MUNGKIN - Treeji

Tak mampu berkata
Di saat pertama ku melihat wajahmu
Langsung berdebar
Tak mampu hilangkan pikiranku tentangmu
Di saat ku coba untuk lupakan
Namun semakin lama
Semakin ku ingin dirimu
Reff:
Tak mungkin ku rasakan
Bila tak jatuh cinta
Setiap saat kau ada di benakku
Tak mungkin ku menggila
Bila tak ku berjumpa
Setiap saat ku ingin bersamamu
(Jatuh cinta padamu)
Tak bisa berpaling
Sejak ku jumpa denganmu
Di saat ku jalan dengan yang lain
Tak bisa mencari ‘tuk pengganti dirimu
Di saat ku memilih
Namun semakin lama
Semakin ku ingin dirimu
Back to Reff:
Dan bila kau pun bisa
Rasakan yang ku rasakan
Then if you really wanna be mine
You will say yes i do
Namun semakin lama
Semakin ku ingin dirimu

Sabtu, 04 Juni 2011

Perjuangan Kemerdekaan



Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

            Hari ini tanggal 17 Agustus 2011 dimana aku menyanyikan lagu “Hari Merdeka” pada upacara bendera di sekolah. Entah mengapa ketika aku menyanyikan lagu ini, sekujur tubuhku merinding. Aku teringat jasa para pahlawan Indonesia, termasuk kakekku yang juga merupakan seorang pejuang.
            Dulu kakek pernah bercerita tentang kehidupannya pada zama perjuangan...
“Boooom...dor..dor...” suara geranat dan tembakan memenuhi medan perang hari itu. Terlihat banyak mayat terkapar disekitarku. Terlintas dalam benakku “bukankah aku masih terlalu kecil untuk melihat kejadian seperti ini. Ya, tapi mau bagaimana lagi, inilah keadaan negeriku sekarang”
“Parmiiiin !!!” teriak seseorang dari kejauhan.
“Loh.. Ibu.. ada apa?” balasku.
‘Ayo cepat kita harus menyelamatkan diri. Tentara Jepang sudah membakar rumah kita”
“Baik, Bu” ucapku seraya berlari mendekati Ibuku. Tingaal beberapa langkah dengan Ibuku, aku melihat ada 2 orang tentara Jepang membawa senapan dan mengarahkannya ke tubuh Ibuku.
“Dooor...!!! bruuuk”  
Begitu jelas terlihat di depan mataku, orang yang sangat aku cintai itu jatuh lemas di atas tanah. Sontak aku berlari mengahampirinya. Namun, ada orang menarik tanganku dan menahannya seakan-akan melarang aku untuk mendekati Ibuku. Mereka memboyongku enath menuju kemana. Aku berusaha memberontak sambil terus berteriak meamnggil Ibuku. Tapi kekuatanku tidak melebihi kekuatan mereka.
            Hingga sampailah aku di suatu gubuk. Kedua orang yang tak aku kenali itu membawaku masuk ke dalam gubuk itu. Aku mengedarkan pandanganku, melihat seluruh penjuru gubuk. Ternyata di dalam gubuk yang kumuh ini terdapat anak-anak seumuranku. Mereka terlihat lusuh dengan baju benodakan darah. Kecuriganku mulai muncul, untuk apa mereka membawaku kemari? Apa yang akan mereka lakukan padaku?
            Tak lama dtanglah sekelompok pemuda pribumi. “Misi kita kali ini adalah membebaskan para tawanan perang dengan cara bergerilya. Kami baru mendapat kabar bahwa Ir. Soekarno dibawa ke Rengasdengklok, oleh karena itu para tentara Jepang pasti akan terfokus mencari keberadaan beliau dan kita akan lebih mudah untk mengelabui para tentara Jepang itu” jelas salah satu dari mereka. Ternayata kecurigaanku salah, mereka memiliki niat yang baik. Mereka mengumpulkan anak-anak seperti kami untuk membantu para tawanan perang seperti Ayahku.
            Keesokan harinya aku bersama teman-teman seperjuanganku mulai beraksi menjalankan misi tersebut. Salah satu dari kami berpura-pura menjadi romusha yang mengantarkan makanan kepada tentara Jepang yang sedang berjaga di depan penjara. Ia mengantarkan roti isi yang sudah kami berikan racun tikus sebelumnya. Tanpa ada rasa kecurigaan para tentara Jepang melahap roti isi itu. Dan seketika para tentara itu jatuh pingsan.
            Aku dan anak-anak lainnya segera menyelinap ke penjara-penjara yang gelap dan lembab itu. Merogoh saku celana tentara Jepang tersebut, mengambil kunci dan membuka pintu penjara itu satu persatu. Setelah semua pintu penjara terbuka, aku mendengar suara berat memanggil namaku.
“Parmiiiin!!!” teriaknya.
Aku menoleh dan terlihat seorang sosok yang sudah tak asing lagi bagiku.
“Ayaaaah!!!” kataku. Aku segera berlari menuju orang paruh baya itu. Memeluknya erat sambil meneteskan air mata. Sama seperti apa yang dilakukan oleh teman-teman seperjuanganku pada orang yang mereka rindukan masing-masing. Disebelah Ayah juga ada kakak laki-lakiku. Aku melepas rindu bersama mereka sembari menceritakan kematian Ibuku.
“Alhamdulillah... misiku berhasil. Terima kasih Tuhan” ujarku di dalam hati.
            Selang beberapa hari dari bebasnya Ayah serta tawanan perang lainnya, tersebar kabar bahwa Ir. Soekarno telah membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di kediamannya, Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Terdengar di seluruh penjuru Nusantara meneriakkan kata MERDEKA!!!
            Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengiringi penaikkan bendera merah putih dikumandangkan. Memberikan rasa khidmat pada upacara tanggal 17 Agustus 1945. Hari lahirnya bangsa Indonesia.
            Ya... itulah sepenggal cerita kakek yang membuat aku sempat tertegun ketika mendengarnya. Ceritanya sungguh menananmkan rasa cinta tanah air pada diriku. Aku tahu betapa besar pengorbanan kakek dan para pejuang lainnya demi mendapatkan kemerdekaan negara ini.
            Dan aku yang tak hidup pada masa penjajahan seperti kakekku itu, harus dapat menghargai jasa para pahlawan seperti kaekku dan pejuang lainnya. Aku harus tetap setia dan sedia dalam membela dan mempertahankan Indonesiadi masa sekarang. Semua dapat diwujudkan dengan belajar secara tekun dan berusaha secara giat untuk memajukan Indonesiaku ini.